Adzkia Berkurban (Mempangkas Sikap Intoleran Dengan Berbagi)



Kurban merupakan ibadah yang merepresentasikan keikhalasan, ketaatan dan pengorbanan untuk kepentingan spiritual dan sosial. Selain aspek keagamaan, dalam kehidupan berbangsa makna kurban merupakan implementasi sikap kerelaan untuk menekan ego pribadi dan kelompok untuk kepentingan mashlahah yang lebih besar.


Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriyah baru dilalui umat Islam di muka bumi. Nilai-nilai dan makna kurban harus terus diteladani dan diamalkan untuk menciptakan kehidupan berbangsa dan bernegara yang damai dan penuh semangat kebersamaan. Sudah saatnya kita memahami bahwa makna kurban sejatinya adalah untuk memangkas sikap intoleran.



Dan telah dikatakan dalam Al-Qur”an :


"Dan bagi setiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (qurban), agar mereka menyebut nama Allah atas rezeki yang dikaruniakan Allah kepada mereka berupa hewan ternak. Maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserahdirilah kamu kepada-Nya. Dan sampaikanlah (Muhammad) kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah), (yaitu) orang-orang yang apabila disebut nama Allah hati mereka bergetar, orang yang sabar atas apa yang menimpa mereka, dan orang yang melaksanakan salat dan orang yang menginfakkan sebagian rezeki yang Kami karuniakan kepada mereka."



Sebagai bentuk memaknai dengan mempangkas sikap intoleran dengan berbagi alhamdulillah, telah tersalurkan 1785 paket daging qurban kepada masyarakat lingkungan sekolah SIT Adzkia se-Kota dan Kabupaten Sukabumi pada Selasa - Rabu, 12 - 13 Juli 2022. Diadakannya penyaluran daging kurban kepada masyarakat keluarga SIT adzkia dapat bertemu langsung dengan masyarakat dalam memperluas ukhuwah.


Semoga apa yang telah disedekahkan membawa keberkahan dan manfaat bagi masyarakat yang menerima dan bagi keluarga besar Adzkia sebagai penyalur, aamiin

8 views