Selamat Jalan Seorang Ahlul Qur’an (Ustadz Nandar)

Updated: Jul 19


Menjadi seorang guru tentulah bisa kita sebut dengan profesi yang mulia, dapat mengajarkan ilmu dan mendidik dengan tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa. Mengajar merupakan tindakan dari seseorang yang mencoba membantu orang lain mencapai kemajuan dalam berbagai aspek seoptimal mungkin sesuai dengan potensinya. Apalagi menjadi seorang guru al-qur’an, satu-satunya mukjizat rosulullah SAW yang masih bisa kita genggam saat ini,begitu mulianya seseorang jika telah mengamalkan al-qur’an.


Ustadz Nandar Suherlan,S.Pd.I atau akrab disebut Ust. Nandar adalah seorang guru Qur’an di SDIT Adzkia 1 Sukabumi . Lahir pada tanggal 11 Juli 1985 di Sukabumi dan menyelesaikan Pendidikan terakhirnya di STAI Sukabumi dan menjadi lulusan Pondok Modern Assalam, beliau memulai karir di SIT Adzkia pada 1 juli 2005. Selama 17 tahun beliau mengabdikan diri untuk para penghafal al-qur’an di SDIT Adzkia. Seorang istri yang mendampinginya juga berkarir di SIT Adzkia sejak 1 juli 2007 yang bernama Ustadzah Yuyu Yulia,S.Pd.I sebagai wali kelas 6 di SDIT Adzkia 1.



Sepasang guru ini sama-sama memiliki tujuan mulia untuk mendedikasikan diri untuk berdakwah dan dikaruniai satu orang putra dan tiga putri yang in sya Allah akan menjadi tombak estafet perjuangan orangtuanya dalam bidang Pendidikan. Sosok ustadz Nandar adalah seorang guru al-qur’an yang gigih dan ingin terus belajar dalam berbagai hal terutama dalam ilmu al-qur’an. Beliau telah mentasmi’kan setengah dari al-qur’an yang pastinya setiap huruf yang beliau baca dan hafalkan akan menjadi pahala. Karena kehausannya akan ilmu beliau belajar untuk menghafal mathan Tuhfatul Atfal dan mathan Jazariyyah bahkan beliau sudah memiliki sanad kedua mathan tersebut.



Dari uraian diatas tentu kita bisa sebut beliau sebagai ahlul Qur’an yang mendedikasikan hidupnya hanya untuk Al-Qur’an,membaca,menghafal ,mengkaji bahkan mengamalkannya. Dan begitu Allah sayang terhadap beliau sehingga sebelum wafatnya Allah uji dengan sakit selama tiga tahun lamanya sebagai penggugur dosa. Begitu indah,kematian yang dicemburui,beliau hidup dengan al-qur’an sebelum wafat diberi sakit sebagai bentuk kasih sayang Allah dan wafat sebagai ahlul qur’an semoga beliau husnul khatimah. Aamiin ya robbal al.


Secara gelar guru tidak pernah menjadi ‘mantan’ atau ‘bekas’ namun guru itu adalah gelar abadi meskipun ia tidak mentransfer ilmu lagi namun tetap saja dipandang sebagai guru dan dihormati karena jasa dan ilmu yang dimiliki. Maka jadilah seorang guru “yang dicintai Ketika ada,dirindukan ketika tak ada dan dikenang Ketika tiada” maknanya ialah yang hadir dengan kesederhanaan ,mengajar dengan kewibawaan dan penuh kasih sayang ,selalu memberi inspirasi bagi peserta didik dengan ketulusan seperti yang dilakukan ustadz Nandar selama hidupnya.



Selamat jalan seorang ahlul qur’an ,jasamu semua terkenang semoga Allah mengampuni segala dosa dan diberikan tempat yang terbaik disisi Allah SWT.

86 views

Recent Posts

See All